Penelitian ini bertujuan menganalisis kebiasaan penggunaan, penyebab, dampak, dan tingkat pemahaman siswa terhadap kosakata gaul populer. Kosakata yang diteliti meliputi gokil, GG gaming, gabut, kepo, mantul, santuy, overthinking, dan gaskeun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket yang telah divalidasi melalui expert judgment dan disebarkan kepada 20 responden siswa SMA Negeri 3 Medan. Data dianalisis secara deskriptif-persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata gaul telah menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari siswa dengan intensitas beragam; gabut dan kepo termasuk yang paling sering digunakan (masing-masing 80% dan 90% pada kategori sering hingga setiap hari). Faktor utama penggunaan adalah rasa santai dan akrab dalam berkomunikasi (90%). Dampak penggunaan bersifat ganda: memperlancar komunikasi antarteman sekaligus berpotensi mengganggu penguasaan bahasa formal pada sekitar 30% responden. Konteks penggunaan didominasi percakapan langsung (95%) dan chat pribadi (75%), dengan 30% juga menggunakannya melalui media sosial. Tingkat pemahaman siswa terhadap padanan baku kosakata gaul tergolong baik hingga sangat baik, dengan rata-rata pemahaman tepat di atas 80% untuk enam dari delapan kosakata. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran bahasa Indonesia yang mengintegrasikan kesadaran ragam bahasa sejak dini, terutama kemampuan alih kode (code-switching) antara ragam informal dan formal.
Copyrights © 2026