Kabupaten Bojonegoro terletak pada Zona Kendeng yang dikenal memiliki kompleksitas struktur geologi yang tinggi, sehingga diperlukan pendekatan geofisika untuk mengkaji kondisi bawah permukaannya. Dalam penelitian ini digunakan metode geomagnetik dengan memanfaatkan data satelit EMAG2 untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan melalui pemodelan inversi 3D. Tahapan pengolahan data meliputi pembuatan peta Total Magnetic Intensity (TMI), proses reduksi ke kutub (RTP), pemisahan anomali menjadi regional dan residual, serta analisis distribusi suseptibilitas batuan. Hasil penelitian memperlihatkan adanya variasi anomali magnetik yang cukup signifikan, di mana anomali tinggi terkonsentrasi di bagian utara dan selatan yang mengindikasikan keberadaan batuan bermagnet kuat atau tinggian struktur, sedangkan anomali rendah dominan di bagian tengah yang mencerminkan zona cekungan sedimen. Anomali regional merepresentasikan kondisi struktur pada kedalaman, sementara anomali residual memberikan gambaran lebih rinci terkait struktur dangkal seperti sesar dan perubahan litologi. Secara umum, hasil ini menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan Bojonegoro dikendalikan oleh sistem tektonik regional berarah barat–timur dengan variasi litologi yang cukup kompleks.
Copyrights © 2026