Kabupaten Jember memiliki warisan budaya yang kaya yang berasal dari perpaduan budaya Jawa dan Madura, yang dikenal sebagai budaya Pendalungan. Salah satu produk seni dari perpaduan budaya ini adalah seni pertunjukan tradisional yang disebut Can-Macanan Kadduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi dan strategi pelestarian bentuk seni ini dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi, menggunakan studi kasus Paguyuban Tapak Hitam di Kecamatan Patrang, Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paguyuban Tapak Hitam mampu mempertahankan eksistensinya dengan adanya minat yang tinggi dari pemuda setempat dan dengan menggunakan strategi bertahan hidup. Selain mempertahankan tampilan visual asli kostum yang terbuat dari karung goni, kelompok ini juga menggunakan platform digital seperti TikTok dan YouTube sebagai ruang baru untuk pertunjukan. Langkah inovatif ini terbukti efektif dalam memangkas metode promosi tradisional dan memperluas jangkauan pasar ke daerah di luar Kabupaten Jember.
Copyrights © 2026