Penelitian ini mengkaji secara komprehensif kondisi masyarakat Arab pra-Islam yang meliputi aspek sosial, keagamaan, budaya, dan ekonomi sebagai latar belakang munculnya Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami realitas kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam yang ditandai oleh sistem kesukuan yang kuat, praktik keagamaan politeistik, serta dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Makkah sebagai pusat perdagangan dan keagamaan, menelaah fungsi Ka’bah sebelum Islam sebagai pusat ibadah yang dipenuhi berhala, serta mengkaji dominasi kaum Quraisy dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Arab pra-Islam memiliki sistem sosial berbasis kabilah yang bersifat patriarkal, kehidupan ekonomi yang bertumpu pada perdagangan dan mobilitas kafilah, serta budaya lisan yang berkembang melalui syair dan tradisi. Di sisi lain, kehidupan keagamaan mengalami penyimpangan dari ajaran tauhid menuju praktik penyembahan berhala yang terpusat di Ka’bah. Makkah berkembang menjadi pusat perdagangan internasional sekaligus pusat keagamaan yang memberikan keuntungan ekonomi dan legitimasi kekuasaan bagi Quraisy. Kondisi sosial keagamaan yang demikian menunjukkan adanya krisis moral dan spiritual yang mendalam, sehingga kehadiran Islam menjadi sangat penting sebagai agen transformasi yang membawa perubahan fundamental dalam aspek akidah, sosial, dan moral masyarakat menuju peradaban yang lebih adil, beradab, dan berlandaskan tauhid.
Copyrights © 2026