Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kolonialisme modern dan perusakan alam Papua dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menggunakan pendekatan ekolinguistik Arran Stibbe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Analisis Wacana Ekolinguistik Kritis. Sumber data penelitian berupa film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, sedangkan data berupa dialog, narasi, dan teks terjemahan yang dianalisis berdasarkan kategori wacana destruktif, ambivalen, dan konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film merepresentasikan kolonialisme modern dan perusakan alam Papua melalui tiga bentuk wacana. Wacana destruktif tampak pada representasi militerisasi, perampasan tanah adat, eksploitasi sumber daya alam, dan kerusakan ekosistem. Wacana ambivalen terlihat dalam paradoks pembangunan, ketahanan pangan, dan transisi energi yang menjanjikan kemajuan tetapi berpotensi mengabaikan hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, wacana konstruktif merepresentasikan pengetahuan ekologis masyarakat adat, kesadaran antargenerasi, perlindungan wilayah adat, serta pelestarian budaya yang berorientasi pada keberlanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa film dokumenter berperan dalam membangun kesadaran kritis mengenai relasi antara kekuasaan, lingkungan, dan masyarakat adat dalam konteks kolonialisme modern di Papua.
Copyrights © 2026