Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi digital siswa SMP Negeri 35 Medan serta pengaruh media sosial terhadap kemampuan berbahasa mereka. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket tertutup berisi 10 pertanyaan pilihan ganda yang diberikan kepada 21 siswa kelas VII, VIII, dan IX melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik persentase dan disajikan dalam bentuk tabel serta diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,6% siswa selalu menggunakan bahasa gaul dalam komunikasi digital, sedangkan TikTok menjadi media sosial paling berpengaruh terhadap gaya berbahasa siswa (42,9%). Selain itu, 71% siswa mengaku media sosial memengaruhi cara berbicara mereka di sekolah. Meskipun demikian, 57,1% siswa tetap mendukung penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran berbahasa dan praktik penggunaan bahasa siswa di media sosial.
Copyrights © 2026