Kajian ini membahas keterkaitan antara permintaan agregat, penawaran agregat, dan kestabilan pasar dalam kerangka ekonomi makro Islam dengan menempatkan Kota Padangsidimpuan sebagai ilustrasi empiris periode 2023–2024. Model AD–AS digunakan sebagai perangkat analitis untuk membaca hubungan antara level harga, kapasitas produksi, serta dinamika variabel makro lain seperti inflasi, pengangguran, dan gejolak perekonomian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif–kualitatif melalui telaah literatur dan pemanfaatan data sekunder berupa indikator PDRB dan IHK yang diterbitkan oleh BPS Kota Padangsidimpuan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa interaksi antara sisi permintaan dan kapasitas penawaran tidak hanya menentukan pergerakan output serta harga, tetapi juga berpengaruh terhadap peluang kerja dan kerentanan terhadap turbulensi. Perspektif makro Islam menambahkan lapisan analitis dengan menilai keselarasan proses pasar terhadap nilai moral, larangan praktik spekulatif, serta pentingnya instrumen seperti zakat dan pembiayaan bagi hasil. Studi kasus Padangsidimpuan menegaskan bahwa pembacaan integratif antara model makro konvensional dan nilai-nilai Islam dapat memberikan pemahaman lebih utuh mengenai kondisi perekonomian daerah sekaligus menawarkan arah kebijakan yang lebih berkeadilan.
Copyrights © 2026