Preeklamsia merupakan gangguan hipertensi dalam kehamilan dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas maternal dan perinatal di seluruh dunia. Aspirin dosis rendah telah direkomendasikan secara luas sebagai upaya pencegahan pada kehamilan risiko tinggi, meskipun masih terdapat perbedaan rekomendasi terkait dosis dan waktu pemberian di berbagai pedoman internasional. Mengevaluasi efektivitas aspirin dosis rendah dalam mencegah preeklamsia pada wanita hamil dengan risiko tinggi. Tinjauan sistematis dilakukan menggunakan 17 referensi yang terdiri atas pedoman internasional, uji klinis terkontrol secara acak (randomized controlled trials), dan meta-analisis. Studi yang menilai penggunaan aspirin dosis rendah (75–150 mg/hari) pada kehamilan risiko tinggi dianalisis. Luaran utama adalah kejadian preeklamsia, sedangkan luaran sekunder meliputi preeklamsia preterm, hambatan pertumbuhan janin, dan perdarahan postpartum. Pemberian aspirin dosis rendah yang dimulai sebelum usia kehamilan 16 minggu secara konsisten menurunkan risiko preeklamsia, terutama preeklamsia preterm. Tidak ditemukan hubungan dosis–respon yang signifikan pada rentang dosis 75–150 mg. Aspirin secara umum aman digunakan dan tidak meningkatkan risiko perdarahan mayor secara bermakna. Aspirin dosis rendah efektif dalam mencegah preeklamsia pada kehamilan risiko tinggi, terutama bila dimulai sebelum usia kehamilan 16 minggu.
Copyrights © 2026