Patung Pangulubalang merupakan salah satu karya seni rupa tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai estetika dan fungsi sakral. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud visual, menganalisis nilai estetika, dan mengkaji fungsi sakral Patung Pangulubalang di Museum Negeri Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Analisis nilai estetika menggunakan teori Dharsono (2007) dan Feldman (1967), sementara fungsi sakral dikaji dalam kerangka sistem kepercayaan tradisional Batak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Patung Pangulubalang memiliki bentuk figuratif yang mengalami stilisasi dengan ciri khas berupa dominasi ukuran kepala, ekspresi wajah yang tegas, serta lubang pada bagian kepala dan badan yang berkaitan langsung dengan prosesi ritual. Nilai estetika patung terletak pada perpaduan unsur garis, bentuk, tekstur, dan proporsi yang bersifat simbolik dan relasional, lahir dari hubungan antara bentuk visual dan sistem nilai budaya Batak. Fungsi sakral patung sebagai media perlindungan kampung melalui ritual yang dipimpin datu kini telah bertransformasi menjadi fungsi edukatif dan pelestarian budaya dalam konteks museum. Penelitian ini mengisi celah kajian yang belum disentuh penelitian sebelumnya, yaitu analisis estetika berbasis teori seni rupa dan kajian fungsi sakral yang dikaitkan langsung dengan elemen fisik patung dan prosesi ritualnya.
Copyrights © 2026