Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi program pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 9 Yogyakarta dan menganalisis implikasinya terhadap kesadaran nasional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, dan didasarkan pada teori sosiokultural Vygotsky. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel digunakan dengan mempertimbangkan kriteria eksklusi dan inklusi untuk beberapa subjek, termasuk Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kemahasiswaan, guru sejarah, dan perwakilan siswa. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik serta dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 9 Yogyakarta dicapai melalui program intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler, serta kebiasaan memasukkan ornamen dekoratif ke dalam sekolah. Upaya penguatan kesadaran nasional dilakukan dalam tiga tahap: meningkatkan pemahaman nasional, menumbuhkan kebanggaan nasional, dan mempromosikan tindakan nasional di kalangan siswa.
Copyrights © 2026