Dinamika ekonomi global terkini menekan nilai tukar negara berkembang, tercermin dari depresiasi Rupiah hingga menembus level psikologis Rp17.600 per Dolar AS. Penelitian konseptual ini bertujuan menguji efektivitas kebijakan moneter kontraktif dan transmisi mekanisme pasar dalam menjaga stabilitas Rupiah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (literature review) berbasis jurnal bereputasi lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa lonjakan kurs disebabkan oleh guncangan eksternal (global shocks), bukan kerapuhan fundamental domestik. Suku bunga tinggi Federal Reserve (higher-for-longer) dan tensi geopolitik memicu pelarian modal (capital outflow) masif yang mengganggu keseimbangan alami penawaran-permintaan valas. Intervensi moneter kontraktif melalui kenaikan BI-Rate dan intervensi pasar langsung terbukti efektif sebagai jangkar jangka pendek untuk meredam currency overshooting. Namun, kebijakan ini membawa dilema berupa pembengkakan biaya modal yang berisiko menekan pertumbuhan sektor riil dalam jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi bauran kebijakan (Policy Mix) melalui penguatan pasar struktural secara organik seperti perluasan Local Currency Settlement (LCS) dan hilirisasi ekspor demi stabilitas kurs yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025