Studi ini meneliti kompleksitas tata bahasa sebagai hambatan tersembunyi yang memengaruhi kemauan siswa untuk berkomunikasi (WTC) dalam bahasa Inggris di kalangan siswa kelas tujuh SMPN 17 Medan. Menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan dari 33 siswa melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Lima siswa dipilih untuk wawancara mendalam menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (2014) dan statistik deskriptif untuk hasil kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa kompleksitas tata bahasa bertindak sebagai hambatan kognitif, emosional, dan perilaku terhadap komunikasi. Kesulitan dengan tenses, kesesuaian subjek-predikat, struktur kalimat, dan urutan kata meningkatkan kecemasan siswa dan mengurangi kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris. Ketakutan membuat kesalahan tata bahasa dan evaluasi negatif seringkali menyebabkan siswa ragu-ragu atau menghindari komunikasi. Oleh karena itu, guru harus menyediakan lingkungan belajar yang mendukung dan berorientasi pada komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam komunikasi bahasa Inggris.
Copyrights © 2026