Transisi global dan nasional menuju industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) menuntut transformasi kompetensi tenaga kerja secara masif. Di sisi lain, tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat mengindikasikan adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan kompetensi siswa SMK program keahlian otomotif di Jawa Barat dalam menghadapi transisi industri kendaraan listrik, mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, dan merumuskan solusi strategis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berbasis studi literatur, yang menghimpun artikel jurnal nasional, internasional, dan data pemerintah dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2026). Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan kompetensi siswa masih berada pada tahap awal, di mana kurikulum, infrastruktur laboratorium, dan kompetensi guru masih didominasi oleh teknologi Internal Combustion Engine (ICE). Sementara itu, industri EV membutuhkan teknisi hybrid yang menguasai mekatronika, manajemen baterai, dan protokol keselamatan tegangan tinggi. Kesimpulannya, terdapat kesenjangan kompetensi yang signifikan yang berisiko memperparah pengangguran struktural. Solusi yang direkomendasikan meliputi adaptasi kurikulum operasional sekolah, implementasi Teaching Factory berbasis EV, dan akselerasi program upskilling bagi guru kejuruan.
Copyrights © 2026