Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana manajemen risiko diterapkan dalam operasional toko sembako sebagai bagian dari usaha mikro yang memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap berbagai perubahan lingkungan bisnis. Toko sembako menghadapi beragam risiko seperti fluktuasi harga kebutuhan pokok, kerusakan barang, ketidakpastian pasokan, dan perubahan perilaku konsumen. Melihat kondisi tersebut, kemampuan pelaku usaha dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan pemilik toko, serta penyebaran kuesioner kepada pengelola usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pemilik toko telah memiliki kesadaran terhadap potensi risiko yang dapat memengaruhi kegiatan usaha, meskipun proses identifikasi tersebut masih dilakukan secara informal dan bergantung pada pengalaman. Pada tahap pengukuran risiko, para pelaku usaha lebih banyak menggunakan pertimbangan subjektif tanpa instrumen analisis yang terstandar sehingga potensi risiko belum sepenuhnya terukur secara tepat. Sementara itu, langkah pengelolaan risiko yang dilakukan masih bersifat sederhana, seperti menjaga ketersediaan stok yang proporsional, mencatat transaksi harian, bekerja dengan beberapa pemasok, serta melakukan penyesuaian harga mengikuti perubahan pasar. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya penerapan manajemen risiko yang lebih terstruktur dan sistematis agar toko sembako memiliki ketahanan usaha yang lebih baik dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
Copyrights © 2026