Remaja putri merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, salah satunya Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini disebabkan oleh ketidak seimbangan antara asupan dan kebutuhan energi dalam jangka waktu lama. Faktor perilaku makan, seperti rendahnya asupan energi dan kebiasaan melewatkan sarapan, diduga berkontribusi terhadap kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan antara asupan energi dan kebiasaan sarapan dengan kejadian KEK pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain potong lintang yang dilakukan pada 54 remaja putri usia 15–18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya Makassar. Data asupan energi diperoleh melalui Food recall 1×24 jam dan dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner frekuensi sarapan. Status KEK ditentukan berdasarkan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan batas <23,5 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat remaja yang mengalami KEK 40,7 %, Asupan sarapan kurang 64,8 %, asupan total kurang 88,8%. Rata rata remaja putri memiliki variasi beragam 64,8% dan frekwensi makan cukup 59,3%. Remaja putri masih mengandalkan jajanan sebagai sumber energi sebesar 29,6% dan 16,7 berupa jajanan junkfood.. Diperlukan upaya edukasi gizi di sekolah untuk membentuk kebiasaan sarapan bergizi serta pemantauan status gizi secara berkala guna mencegah KEK pada remaja putri.
Copyrights © 2026