Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas global serta dikenal sebagai silent killer. Prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia produktif seperti guru yang rentan mengalami beban kerja dan tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian hipertensi pada guru Sekolah Dasar di Kecamatan Panakukang, Kota Makassar tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 83 guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan. Variabel independen meliputi konsumsi lemak, konsumsi garam, konsumsi kopi, obesitas, aktivitas fisik, stres, dan merokok. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak (p=0,000), konsumsi garam (p=0,000), konsumsi kopi (p=0,003), obesitas (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,005), dan stres (p=0,000) berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi, sedangkan merokok tidak berhubungan signifikan (p=0,345). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi garam (p=0,029), obesitas (p=0,007), dan stres (p=0,001) berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi, dengan stres sebagai faktor yang paling dominan. Model regresi menunjukkan goodness-of-fit yang baik berdasarkan uji Hosmer-Lemeshow (p=0,273). Kesimpulan: kejadian hipertensi pada guru dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan psikologis, terutama konsumsi garam, obesitas, dan stres, dengan stres sebagai determinan utama.
Copyrights © 2026