Sense : Journal of Film and Television Studies
Vol 9, No 1 (2026)

PENGGUNAAN CROSS-CUTTING DALAM MEMPERKUAT KONFLIK KARAKTER UTAMA PADA FILM “EVERYTHING EVERYWHERE ALL AT ONCE”

Adithya Pratama (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Gregorius Arya Dhipayana (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
31 May 2026

Abstract

Penelitian dengan judul “Analisis Penggunaan Cross-cutting Dalam Memperkuat Konflik Karakter Utama Pada Film “Everything Everywhere All At Once” bertujuan untuk mengkaji bagaimana Teknik editing cross-cutting dapat memperkuat konflik yang dihadapi oleh karakter utama dalam film. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi terhadap film “Everything Everywhere All At Once”dengan menonton film secara keseluruhan untuk mengidentifikasi struktur naratif dan konflik utama yang dihadapi karakter film serta penggunaan Teknik Cross-cutting yang digunakan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa cross-cutting berfungsi tidak hanya sebagai teknik Editing yang secara fungsional menghubungkan dua atau lebih peristiwa yang terjadi pada tempat berbeda, tetapi lebih signifikan lagi, cross-cutting  berperan penting dalam memperkuat konflik karakter utama.. Melalui analisis ini, penelitian mengidentifikasi bahwa cross-cutting dalam film ini menciptakan struktur sinematik yang mempengaruhi narasi dengan cara menghadirkan perbandingan kontras antar Universe, membangun simultanitas emosional, dan menunjukkan hubungan kausalitas lintas Universe.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sense

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Sense: Journal of Film and Television Studies is published twice a year (Juni and December) issued by the Faculty of Art and Record Media, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sense provides open access to the public to read abstracts and complete papers. Sense focuses on Television and Film studies. ...