Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah dalam meningkatkan pengembangan pelaku usaha coffee shop di Kota Banda Aceh melalui pendekatan collaborative governance. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha coffee shop di tengah persaingan yang semakin ketat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha coffee shop dipengaruhi oleh faktor internal seperti modal, lokasi, dan pendapatan, serta faktor eksternal seperti daya beli masyarakat, harga bahan baku, dan tingkat persaingan. Dalam perspektif collaborative governance, telah terdapat interaksi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat, namun masih bersifat informal dan belum terstruktur secara kelembagaan. Peran pemerintah sebagai fasilitator menjadi sangat penting dalam membangun sinergi melalui pelatihan, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, dan promosi ekonomi kreatif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan desain kelembagaan kolaboratif agar tercipta ekosistem usaha coffee shop yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing di Kota Banda Aceh.
Copyrights © 2026