Munculnya ekonomi internet telah menginspirasi banyak anggota Generasi Z untuk memulai bisnis mereka sendiri, terutama bisnis kecil. Orang-orang bersemangat untuk memulai bisnis mereka sendiri, tetapi seringkali kurang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melakukannya dalam jangka panjang. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan niat kewirausahaan meliputi inklusi sosial dan efikasi diri . Dengan fokus pada pengusaha mikro dari Generasi Z di Kota Bandung, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inklusi sosial dan Intensi Berwirausaha , dengan self-efisiensi sebagai variabel mediasi. Desain eksploratif yang digunakan dalam penelitian ini, bersifat kuantitatif. Melalui penggunaan SmartPLS 4.0, data dikumpulkan dari 180 pengusaha mikro termasuk dalam Generasi Z menggunakan strategi pengambilan sampel bertujuan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Studi ini menemukan bahwa inklusi sosial secara signifikan dan positif mempengaruhi kecenderungan untuk memulai bisnis. Inklusi sosial memiliki dampak substansial pada efikasi diri , yang pada pasangan secara positif mempengaruhi kecenderungan kewirausahaan. Lebih lanjut, hubungan antara inklusi sosial dan ambisi untuk memulai bisnis dimediasi oleh self-efisiensi . Bukti dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang lebih cenderung memiliki niat berwirausaha yang kuat ketika mereka menjadi bagian dari komunitas inklusif yang menawarkan kesempatan, dukungan, dan keterlibatan yang setara. Terdapat jalinan kompleks pengaruh sosial dan psikologis terhadap aspirasi kewirausahaan Generasi Z. Pengembangan usaha mikro dan peningkatan aktivitas kewirausahaan di kalangan generasi muda membutuhkan prioritas dalam meningkatkan inklusi sosial dan efikasi diri . Kata kunci : Niat Berwirausaha ; Generasi Z; Efikasi Diri ; Inklusi Sosial ; Usaha Mikro.
Copyrights © 2026