Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi gender dalam buku ajar Bahasa Indonesia SMP kelas VII dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis perspektif Sara Mills. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen terhadap teks cerita fantasi, biografi, dan teks lainnya dalam buku ajar. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi posisi subjek–objek serta posisi pembaca dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung direpresentasikan sebagai objek dalam narasi, terutama dalam ranah domestik, sebagai pendukung keberhasilan tokoh laki-laki, serta dalam relasi sosial yang tidak memberikan ruang bagi suara perempuan. Sebaliknya, laki-laki lebih dominan sebagai subjek penceritaan yang memiliki kendali terhadap alur dan makna teks. Posisi pembaca juga diarahkan untuk menerima konstruksi tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif Sara Mills dalam analisis buku ajar Bahasa Indonesia SMP yang masih terbatas dilakukan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan bahan ajar yang lebih sensitif gender serta peran guru dalam membangun kesadaran kritis siswa terhadap representasi gender dalam teks.
Copyrights © 2026