Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Representasi Gender dalam Buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII: Analisis Wacana Kritis Sara Mills Muhammad Fanza Maulana; Abdul Kosim
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v13i1.30380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi gender dalam buku ajar Bahasa Indonesia SMP kelas VII dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis perspektif Sara Mills. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen terhadap teks cerita fantasi, biografi, dan teks lainnya dalam buku ajar. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi posisi subjek–objek serta posisi pembaca dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung direpresentasikan sebagai objek dalam narasi, terutama dalam ranah domestik, sebagai pendukung keberhasilan tokoh laki-laki, serta dalam relasi sosial yang tidak memberikan ruang bagi suara perempuan. Sebaliknya, laki-laki lebih dominan sebagai subjek penceritaan yang memiliki kendali terhadap alur dan makna teks. Posisi pembaca juga diarahkan untuk menerima konstruksi tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif Sara Mills dalam analisis buku ajar Bahasa Indonesia SMP yang masih terbatas dilakukan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan bahan ajar yang lebih sensitif gender serta peran guru dalam membangun kesadaran kritis siswa terhadap representasi gender dalam teks.
MENGURAI MAKNA DAN PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM IDENTITAS PRODUK MENU MIE GACOAN Muhammad Fanza Maulana; Rasyid Maulana Fajri
Jurnal Metrum Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Metrum
Publisher : PT Metrum Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan penerapan gaya bahasa dalam identitas produk menu Mie Gacoan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semantik. Data dikumpulkan melalui observasi offline di gerai Mie Gacoan dan dianalisis melalui langkah-langkah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam penamaan menu Mie Gacoan, terdapat penggunaan berbagai jenis makna seperti leksikal, konotatif, asosiatif, dan kiasan. Penggunaan makna leksikal memberikan pemahaman literal tentang produk, sementara makna konotatif dan asosiatif menciptakan hubungan emosional dan pengalaman pribadi dengan konsumen. Selain itu, penggunaan makna kiasan melalui gaya bahasa perbandingan seperti personifikasi, metafora, alusio, dan metonimia memberikan dimensi simbolis dan kreatif pada identitas produk. Dengan memahami dan mengaplikasikan jenis-jenis makna dan gaya bahasa secara tepat, penamaan produk dapat menciptakan identitas yang unik, memikat perhatian konsumen, dan membedakan produknya dari pesaing.
Optimalisasi Peran Mahasiswa KKN SISDAMAS dalam Peningkatan Pendidikan Desa: Studi Participatory Action Research Muhammad Fanza Maulana
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v5i1.149

Abstract

This study aims to analyze the optimization of the role of students in the SISDAMAS-based Community Service Program (KKN) as teaching facilitators in improving education in Tanggulun Village through a Participatory Action Research (PAR) approach. The study employed a descriptive qualitative method by integrating PAR and SISDAMAS frameworks. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by semi-quantitative indicators and validated through source and method triangulation. The findings indicate that all stages of the program, including socialization, social mapping, participatory planning, and implementation at kindergarten, elementary, and junior high school levels, were carried out in a participatory and collaborative manner. Educational activities such as storytelling programs, literacy sessions, and youth workshops contributed to increased student engagement, more interactive learning environments, and strengthened social values. These findings demonstrate that the integration of SISDAMAS and PAR is effective in optimizing the role of students as teaching facilitators while promoting community-based educational empowerment. This study implies that the integration of SISDAMAS and PAR can serve as an alternative strategy for sustainable educational development in rural areas.