Isolator luar ruang pada sistem tenaga listrik sering mengalami penurunan kinerja akibat kontaminasi polutan dan kelembapan lingkungan. Kontaminasi berupa garam NaCl dapat meningkatkan konduktivitas permukaan isolator sehingga memicu terjadinya arus bocor yang berpotensi menyebabkan kegagalan isolasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat polusi yang dinyatakan sebagai Equivalent Salt Deposit Density (ESDD) serta pengaruh proses pengeringan (selfhealing) terhadap karakteristik arus bocor pada isolator piring keramik berlapis hidrofobik. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi distribusi medan listrik menggunakan perangkat lunak Finite Element Method Magnetics (FEMM) dan pengujian arus bocor di laboratorium tegangan tinggi. Variasi tegangan uji yang digunakan adalah 10 kV, 20 kV, dan 30 kV dengan tingkat polusi ESDD sebesar 0 mg/cm²; 0,02 mg/cm²; 0,04 mg/cm²; dan 0,06 mg/cm². Hasil simulasi menunjukkan bahwa keberadaan polutan meningkatkan nilai maksimum medan listrik pada permukaan isolator. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa arus bocor meningkat seiring dengan kenaikan ESDD dan tegangan uji. Selain itu, proses pengeringan mampu menurunkan arus bocor akibat mekanisme pemulihan hidrofobisitas (self-healing) dari lapisan silikon pada permukaan isolator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tingkat polusi dan tegangan operasi sangat mempengaruhi performa isolasi isolator keramik, sehingga perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pemeliharaan sistem tenaga listrik. Kata Kunci—Isolator keramik, arus bocor, ESDD, polusi isolator, self-healing, FEMM.
Copyrights © 2026