Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar warga binaan pada program pendidikan kesetaraan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar sebagai dasar pengembangan pendidikan nonformal yang relevan dan berbasis kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri atas pengelola PKBM Kader Bangsa dan sepuluh warga binaan program kesetaraan. Data dikumpulkan melalui kartu Sistem Kegiatan Belajar Masyarakat (SKBM), wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan tabulasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menjahit menjadi kebutuhan belajar utama warga binaan, diikuti keterampilan berwirausaha dan perbengkelan. Sementara itu, pengelola program memprioritaskan keterampilan servis telepon genggam, tata rias, menjahit, sablon, dan tata boga berdasarkan pertimbangan sumber daya serta pelaksanaan program di lingkungan lapas. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara kebutuhan belajar warga binaan (felt needs) dan kebutuhan yang dipersepsikan pengelola program (perceived needs), meskipun kedua pihak sama-sama menempatkan keterampilan menjahit sebagai prioritas pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa asesmen kebutuhan belajar penting dalam pengembangan pendidikan nonformal yang partisipatif, kontekstual, serta mendukung pemberdayaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
Copyrights © 2026