Fenomena crab mentality, yakni kecenderungan menjatuhkan orang lain yang dianggap lebih unggul, menjadi tantangan serius dalam kehidupan sosial, termasuk di lingkungan akademik. Padahal, al-Qur’an menekankan nilai qanā‘ah, ukhuwah, solidaritas, dan etika kolegial yang seharusnya menjadi landasan interaksi antarindividu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman akademisi Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry terhadap konsep crab mentality dalam perspektif al-Qur’an serta implikasinya terhadap kehidupan akademik kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kombinasi studi pustaka dan lapangan. Analisis dilakukan dengan metode tafsir tematik konseptual (al-tafsīr al-mawḍū‘ī). Data diperoleh melalui kajian teks, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan lima akademisi yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an menggambarkan crab mentality sebagai perilaku yang lahir dari sifat hasad dan penolakan terhadap ketetapan Allah, sebagaimana tergambar dalam kisah Qābil dan Hābil serta saudara-saudara Yusuf. Tafsir klasik menekankan aspek moral-historis, tafsir modern menyoroti sisi psikologis-sosial, sedangkan tafsir kontemporer menegaskan kebijaksanaan Ilahi dalam perbedaan rezeki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman akademisi mengaitkan fenomena crab mentality dengan praktik akademik seperti penghambatan informasi atau peremehan prestasi. Al-Qur’an menawarkan solusi etis berupa pengendalian diri, empati, solidaritas, dan kesadaran moral untuk membangun lingkungan akademik yang sehat dan produktif.
Copyrights © 2026