Pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai teks wahyu tidak hanya menuntut penguasaan aspek kebahasaan secara struktural, seperti gramatika dan semantik, tetapi juga pemahaman terhadap proses mental dan kognitif yang terlibat dalam penerimaan, pemrosesan, dan pemaknaan bahasa. Salah satu persoalan mendasar dalam kajian tafsir Al-Qur’an adalah adanya keragaman penafsiran yang dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang linguistik, psikologis, dan kognitif para penafsir, yang belum sepenuhnya dijelaskan oleh pendekatan tafsir konvensional. Berangkat dari problematika tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan mengenai bagaimana pendekatan psikolinguistik dapat berfungsi sebagai nilai tambah dalam memahami tafsir Al-Qur’an serta sejauh mana kontribusinya dalam menjelaskan proses pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku-buku psikolinguistik dan linguistik, serta artikel ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji konsep-konsep utama psikolinguistik, seperti pemrosesan bahasa, pemahaman makna, relasi bahasa dan pikiran, serta mekanisme encoding dan decoding pesan, kemudian mengaitkannya dengan teori dan praktik penafsiran Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan psikolinguistik memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya pemahaman tafsir Al-Qur’an. Psikolinguistik mampu menjelaskan variasi penafsiran sebagai konsekuensi dari perbedaan struktur kognitif, pengalaman linguistik, dan konteks psikologis pembaca. Dengan demikian, integrasi psikolinguistik dalam kajian tafsir berfungsi sebagai pendekatan komplementer yang memperluas horizon pemaknaan Al-Qur’an agar lebih kontekstual, holistik, dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2026