Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk keperluan mandi, mencuci, dan kakus (MCK). Namun, pada beberapa lingkungan rumah tangga masih ditemukan permasalahan kualitas air, khususnya pada tingkat kejernihan yang kurang baik sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan maupun kenyamanan pengguna. Untuk mengurangi potensi bahaya akibat kualitas air tersebut, dilakukan proses filtrasi air menggunakan tiga jenis media filter yang berbeda, yaitu filter A, filter B, dan filter C. Dalam penelitian ini, pengukuran kualitas air dilakukan dengan memanfaatkan sensor pH untuk mengetahui derajat keasaman air serta sensor turbidity untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Seluruh data dari sensor diproses menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler utama, kemudian hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD 16x2. Pengujian dilakukan pada tiga sumber air sumur yang berbeda untuk membandingkan efektivitas masing-masing filter dalam meningkatkan kualitas air. Berdasarkan hasil pengujian, sensor pH menunjukkan tingkat akurasi sebesar 97,63%, sedangkan sensor turbidity memiliki tingkat akurasi sebesar 91,70%. Berdasarkan performa filtrasi, filter A dan filter B menunjukkan hasil yang sama, yaitu mampu menghasilkan tingkat kejernihan air sebesar 0 NTU. Sementara itu, filter C menghasilkan nilai kejernihan yang bervariasi pada setiap sumber air sumur yang diuji. Kemudian dari ketiga sumber air sumur yang digunakan, sumber air sumur X menunjukkan kualitas terbaik. Hal ini ditunjukkan oleh tingkat kekeruhan yang berada di bawah 355 NTU serta nilai pH sebesar 7,19, yang lebih baik dibandingkan dua sumber air sumur lainnya.
Copyrights © 2026