Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Monitoring Kelembapan Tanah dan Suhu Udara Berbasis IoT Yavvi Adi Nurachman; Yulian Zetta Maulana; Gunawan Wibisono; Luqman Hakim
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 3 No. 1 (2026): SINTA: JANUARI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v3i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem otomatis untuk memantau dan mengendalikan kelembapan tanah dalam pembudidayaan tanaman obat keluarga. Tanaman obat memerlukan kelembapan tanah optimal antara 60% hingga 80% untuk perkembangan yang baik. Penyiraman manual yang umum dilakukan membutuhkan sistem otomatis yang dapat dikendalikan dari jarak jauh via aplikasi atau website. Solusi yang diusulkan melibatkan sensor YL-69 untuk mengukur kelembapan tanah, sensor DHT 22 untuk suhu udara, pompa air berbasis motor DC, LCD, dan interface smartphone atau web. Kategori kelembapan tanah yang diukur adalah kering (0% - 80%). Metode penelitian menggunakan Research and Development, dengan pengujian kalibrasi sensor dan uji sistem menggunakan metode black box software. Sistem ini menggunakan NodeMCU ESP32 sebagai pusat pengendalian data dan pompa sebagai aktuator utama untuk penyiraman. Data ditampilkan melalui website atau aplikasi mobile Blynk, dengan sistem otomatis menghentikan penyiraman saat kelembapan tanah mencapai 70%. Hasil penelitian menunjukkan dengan nilai tersebut, bahwa sistem ini efektif menjaga kelembapan tanah secara otomatis dan dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui perangkat handphone atau laptop.
Analisis Perbandingan Kinerja Filtrasi Air Pada Tingkat Kejernihan Air Menggunakan Sensor pH Dan Turbidity Sensor Yulian Zetta Maulana; Ajun Susilo; Gunawan Wibisono
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 3 No. 3 (2026): SINTA: JULI (call of paper)
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v3i3.248

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk keperluan mandi, mencuci, dan kakus (MCK). Namun, pada beberapa lingkungan rumah tangga masih ditemukan permasalahan kualitas air, khususnya pada tingkat kejernihan yang kurang baik sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan maupun kenyamanan pengguna. Untuk mengurangi potensi bahaya akibat kualitas air tersebut, dilakukan proses filtrasi air menggunakan tiga jenis media filter yang berbeda, yaitu filter A, filter B, dan filter C. Dalam penelitian ini, pengukuran kualitas air dilakukan dengan memanfaatkan sensor pH untuk mengetahui derajat keasaman air serta sensor turbidity untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Seluruh data dari sensor diproses menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler utama, kemudian hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD 16x2. Pengujian dilakukan pada tiga sumber air sumur yang berbeda untuk membandingkan efektivitas masing-masing filter dalam meningkatkan kualitas air. Berdasarkan hasil pengujian, sensor pH menunjukkan tingkat akurasi sebesar 97,63%, sedangkan sensor turbidity memiliki tingkat akurasi sebesar 91,70%. Berdasarkan performa filtrasi, filter A dan filter B menunjukkan hasil yang sama, yaitu mampu menghasilkan tingkat kejernihan air sebesar 0 NTU. Sementara itu, filter C menghasilkan nilai kejernihan yang bervariasi pada setiap sumber air sumur yang diuji. Kemudian dari ketiga sumber air sumur yang digunakan, sumber air sumur X menunjukkan kualitas terbaik. Hal ini ditunjukkan oleh tingkat kekeruhan yang berada di bawah 355 NTU serta nilai pH sebesar 7,19, yang lebih baik dibandingkan dua sumber air sumur lainnya.
OPTIMALISASI PRODUKSI MADU HUTAN MELALUI PENERAPAN ALAT PRES STAINLESS STEEL PADA KTH RIMBA LANGGENG DI DESA GLEMPANG Sarah Astiti; Sevia Indah Purnama; Dwi Mustika Kusumawardani; Gilang Ramadhan; Jaenal Arifin; Agung Wicaksono; Gunawan Wibisono; Achri Priyono
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2909

Abstract

Ekstraksi madu hutan secara manual di KTH Rimba Langgeng, Desa Glempang, menghasilkan madu keruh, kurang higienis, dan rendemen rendah. Program pengabdian ini bertujuan memodernisasi proses ekstraksi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas madu. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Solusi yang diimplementasikan adalah Alat Pres Madu berbahan Food Grade Stainless Steel 304 yang terintegrasi saringan ganda dan mekanisme ulir tekan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan; madu menjadi jauh lebih jernih, bersih, dan higienis karena terfilter secara mekanis tanpa kontak tangan langsung. Efisiensi ekstraksi meningkat dari 30% menjadi 52%, yang berdampak pada kenaikan omset bulanan kelompok sebesar 73,3%. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terapan, khususnya pada rekayasa teknologi pascapanen berbasis sistem mekanis untuk optimalisasi hasil hutan bukan kayu dan penjaminan standar keamanan pangan (food safety).  Abstract. Manual extraction of forest honey at KTH Rimba Langgeng, Glempang Village, produces cloudy, unhygienic honey with low yields. This community service program aims to modernize the extraction process to improve honey quality and productivity. The implementation method uses Participatory Action Research (PAR) through socialization, training, technology application, and mentoring. The implemented solution is a Honey Press Machine made of Food Grade Stainless Steel 304, integrated with a double mesh filter and a screw-press mechanism. The results show significant improvements; the honey becomes much clearer, cleaner, and more hygienic due to mechanical filtering without direct hand contact. Extraction efficiency increased from 30% to 52%, leading to a 73.3% increase in the group’s monthly turnover. This community service contributes to the development of applied science, particularly in post-harvest technology engineering based on mechanical systems to optimize non-timber forest products and ensure food safety standards.