Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5

Hubungan Faktor Cuaca Dengan Rhinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2022–2023

Futrie Ramadanie (Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Arti Febriyani Hutasuhut (Departemen Imunobiomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati)
Deviani Utami (Departemen Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati)
Bara Ade Wijaya (Departemen THT KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati)



Article Info

Publish Date
31 May 2026

Abstract

Rhinitis alergi merupakan gangguan saluran pernapasan yang prevalensinya cenderung meningkat, terutama di wilayah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor cuaca dengan status rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2022–2023. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 177 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status rhinitis alergi dinilai menggunakan kuesioner Score for Allergic Rhinitis (SFAR), sedangkan data cuaca berupa suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan diperoleh dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Bandar Lampung selama periode April–Juni 2025. Data cuaca dihubungkan dengan responden berdasarkan periode penelitian dan wilayah tempat penelitian, sehingga paparan cuaca merepresentasikan kondisi cuaca makro, bukan paparan lingkungan individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,1% responden memiliki status rhinitis alergi positif berdasarkan skor SFAR. Analisis bivariat menunjukkan bahwa curah hujan memiliki hubungan bermakna dengan status rhinitis alergi (p = 0,037), sedangkan suhu udara (p = 0,611) dan kelembapan udara (p = 0,102) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Tidak ditemukannya hubungan bermakna pada suhu dan kelembapan udara dapat dipengaruhi oleh variasi cuaca yang relatif homogen selama periode penelitian, keterbatasan kekuatan statistik, atau kemungkinan bias paparan ekologis. Penelitian ini menemukan hubungan antara curah hujan dan status rhinitis alergi, namun hasil perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena desain potong lintang, penggunaan data cuaca wilayah, dan penilaian rhinitis alergi berbasis kuesioner tanpa konfirmasi diagnosis klinis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...