Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat)
Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM RESOLUSI KONFLIK KONVERSI IZIN HTI MENJADI PERKEBUNAN SAWIT TERHADAP LAHAN TRANSMIGRASI

Gray Qamilla Sarayu (Universitas Tadulako)
Tafta Al Hadar (Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Tadulako)
Dimas Saputra (Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Tadulako)
Audry Cristifar Sastrowidjoyo (Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Tadulako)
Mei Mulyana (Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Tadulako)
Dwiki Putra Perkasa (Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Tadulako)
Joko Wiyono (Satgas PKA Sulteng)



Article Info

Publish Date
04 Jun 2026

Abstract

Konflik agraria akibat tumpang tindih izin sektoral masih menjadi masalah struktural dalam pengelolaan pertanahan di Indonesia. Lahan transmigrasi yang telah memiliki sertifikat hak milik kerap bertabrakan dengan izin Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan kelapa sawit. Permasalahan ini terjadi di Desa Bukit Jaya, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah daerah dalam resolusi konflik akibat konversi izin HTI menjadi perkebunan sawit terhadap lahan transmigrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi dipilih secara purposive di Desa Bukit Jaya dan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dokumen seperti peraturan perundang-undangan, bukti kepemilikan lahan, laporan Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA), serta observasi lapangan. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membentuk Satgas PKA yang berhasil memverifikasi 12 sertifikat hak milik dan 10 surat keterangan pemilik tanah, serta memfasilitasi mediasi antara masyarakat dengan PT Kurnia Luwuk Sejati. Kesepakatan awal untuk mengubah status lahan dari inti menjadi plasma telah dicapai. Namun, efektivitas peran pemerintah daerah masih terhambat oleh ketidakhadiran PT Berkat Hutan Pusaka sebagai pemegang izin HTI asli, serta terbatasnya kewenangan Satgas PKA yang bersifat fasilitatif. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peran pemerintah daerah bersifat aktif namun tidak eksekutorial. Inovasi kelembagaan berupa Satgas PKA dapat menjadi alternatif resolusi konflik yang lebih cepat dan murah, tetapi perlu didukung oleh penguatan kewenangan dan integrasi data pertanahan nasional secara real-time.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bhakti_nagori

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ini memuat tulisan – dari berbagai bidang ilmu yang memuat kegitan dosen dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat , artikel yang dimuat dalam jurnal Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) merupakan hasil penelitian ilmiah dosen UNIKS yang selanjutnya penerbitan naskah ...