Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) masih sering berfokus pada aspek kognitif dan hafalan, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mendorong pemahaman mendalam peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Deep Learning Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik kelas VII F. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) dengan mengidentifikasi latar belakang peserta didik, materi pelajaran, dan dimensi profil lulusan. Pada tahap pelaksanaan, prinsip mindful learning diterapkan melalui pembiasaan doa dan refleksi; meaningful learning melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata; serta joyful learning melalui variasi metode, lagu, dan aktivitas interaktif. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Kesimpulannya, pendekatan deep learning mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, serta pembentukan karakter peserta didik dalam pembelajaran PAI.
Copyrights © 2026