Perencanaan (takhtīṭ) merupakan fungsi fundamental dalam manajemen pendidikan pesantren yang menentukan arah, efektivitas, dan keberlanjutan lembaga. Artikel ini bertujuanuntuk menganalisis konsep takhtīṭ dalam perspektif manajemen pendidikan Islam melalui telaah literatur empiris. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan analisis deskriptif-kritis. Secara teoritik, penelitian ini mengintegrasikan perspektif manajemen klasik dari George R. Terry dan Henri Fayol, dengan pemikiran Islam klasik seperti Al-Ghazali dan Ibn Khaldun, serta pendekatan strategis kontemporer seperti SWOT dan Balanced Scorecard. Hasil kajian menunjukkan bahwa takhtīṭ dalam pesantren bersifat multidimensional, mencakup dimensi normatif (nilai spiritual), sosiologis (solidaritas dan kepemimpinan), manajerial (sistematis dan rasional), serta strategis (analisis dan pengukuran kinerja). Namun, implementasinya masih menghadapi kendala pada aspek sistematisasi, digitalisasi, dan penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model holistic Islamic strategic planning yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman dengan pendekatan manajemen modern berbasis data guna meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pendidikan pesantren.
Copyrights © 2026