Munculnya beragam pilihan moda transportasi umum berdampak pada eksistensi angkutan kota. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana dampak sosial terhadap sopir angkot di Kota Padang. Perspektif teori struktural fungsional oleh Robert K. Merton dijadikan pisau analisis, khususnya melalui konsep fungsi manifes dan fungsi laten terhadap data yang diperoleh. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Padang dengan pemilihan tiga rute yang sering berhimpitan: angkot rute Pasar Raya ke Batas Kota, angkot rute Pasar Raya ke Indarung, angkot rute Pasar Raya ke Kampus Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan penelitian ini berjumlah 17 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive diantaranya 12 sopir angkot, 3 pemilik angkot, 1 agen ngetem, dan 1 penumpang. Teknik analisis data dari Miles dan Huberman melalui empat tahap analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan sistem transportasi umum di Kota Padang memberikan dampak yang cukup signifikan bagi sopir angkot. Dampak sosial terhadap sopir angkot yaitu: Tekanan Sosial Persaingan antar sopir angkot, Ketidakpastian penghasilan sopir, Pelanggaran Berkendara dalam Peran Sopir Angkot, Strategi adaptasi Sosial, Mendirikan Koperasi, Penyesuaian Penghasilan Sopir, dan Strategi Sopir Angkot dalam Menarik Penumpang.
Copyrights © 2026