Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam menangani perilaku negatif anak-anak putus sekolah yang telah mandiri secara finansial di Dusun Sungai Pampan Kecamatan Batang Kapas. Hal ini menarik untuk diteliti karena aspek kemandirian anak perlu dibangun dalam keluarga namun ketika kemandirian berkonsekuensi munculnya perilaku negatif akan memunculkan masalah dalam keluarga. Inilah yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk lebih jauh meneliti peran keluarga dalam perilaku negatif yang muncul karena anak telah merasa mandiri secara finansial. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peran keluarga terhadap perilaku negatif anak karena merasa mandiri secara finansial. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional dari Talcott Parsons. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara mendalam dengan 13 informan yang didapat melalui teknik purposive, dengan kriteria yang terdiri dari pihak nagari Koto Nan Tigo sebanyak 3 orang, anak putus sekolah sebanyak 2 orang, keluarga sebanyak 4 orang dan tetangga terdiri dari 4 orang, serta studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis hasil temuan dalam penelitian ini menggunakan skema analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa peran keluarga dalam menangani perilaku negatif anak-anak putus sekolah yang telah mandiri secara finansial di Dusun Sungai Pampan, Kecamatan Batang Kapas. Peran tersebut meliputi: pembentukan karakter anak, membangun kembali kepercayaan diri anak, melakukan kontrol terhadap aktivitas-aktivitas anak, dan kerja sama orang tua dengan saudara dalam menangani perilaku negatif anak.
Copyrights © 2026