Pembangunan jalan tani di Jorong Mudik Palupuh memicu perubahan sosial, terutama pada bentuk solidaritas petani pisang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak sosial pembangunan jalan tani pada petani di Jorong Mudik Palupuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe pendekatan studi kasus yang melibatkan informan penelitian sebanyak 16 orang yaitu petani pisang, masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Agam, Dinas PUTR Kabupaten Agam, Wali Nagari Koto Rantang, dan Wali Jorong Mudik Palupuh. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive dengan kriteria: terlibat dalam aktivitas pertanian, terlibat dalam pembuat kebijakan, tinggal dan mengalami langsung pembangunan jalan tani, memiliki pengetahuan atau pengalaman mengenai perubahan sosial yang terjadi setelah adanya pembangunan, serta bersedia memberikan informasi yang relevan dengan fokus penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data Miles & Huberman yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Perspektif yang digunakan pada penelitian ini adalah teori perubahan sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan interaksi sosial, pola kerja, nilai mata pencaharian, dan perubahan hukum yang lebih restitutif muncul sebagai dampak pembangunan jalan tani. Kajian ini menegaskan transisi masyarakat dari solidaritas mekanik menuju solidaritas organik. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji dampak sosial pembangunan jalan tani melalui perspektif Durkheim.
Copyrights © 2026