Lingkungan kampus multikultural di Indonesia dipenuhi mahasiswa dari berbagai suku, agama, dan budaya, yang sering menimbulkan potensi konflik. Artikel ini bertujuan mengkaji peran toleransi dalam membangun keharmonisan melalui kajian pustaka sistematis dari 9 sumber primer periode 1954-2023. Hasil menunjukkan bahwa toleransi berbentuk penghargaan terhadap perbedaan, kerjasama lintas budaya, dan saling menghormati mampu mencegah konflik serta menciptakan suasana kampus yang damai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui lokakarya toleransi wajib pada orientasi mahasiswa baru untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Copyrights © 2026