Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan Bahasa Tansi dalam masyarakat Desa Sikalang, Kota Sawahlunto, berdasarkan pengalaman penulis selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bahasa Tansi merupakan bahasa hibrid yang terbentuk dari interaksi masyarakat multietnis pada masa kolonial pertambangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang didukung oleh observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Tansi masih digunakan secara aktif oleh seluruh kalangan masyarakat dalam komunikasi sehari-hari. Selain sebagai alat komunikasi, Bahasa Tansi juga berperan sebagai penanda identitas sosial dan integrasi budaya. Bahasa ini dilestarikan melalui kegiatan budaya seperti drama (tonil) dan lagu daerah. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi, Bahasa Tansi tetap bertahan karena penggunaannya yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian agar tetap eksis sebagai warisan budaya lokal yang bernilai.
Copyrights © 2026