Perkembangan teknologi digital yang pesat memungkinkan informasi tersebar dengan cepat melalui platform media sosial, sehingga menciptakan peluang bagi tersebarnya hoaks secara luas. Kalangan pelajar, sebagai pengguna media sosial yang aktif, sangat rentan terhadap fenomena ini akibat terbatasnya kemampuan literasi digital dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pemberdayaan siswa melalui edukasi literasi digital dalam menangkal hoaks di SMA Pertiwi 1 Padang, khususnya pada kelas XE 4. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi selama kegiatan edukasi yang dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai ciri-ciri hoaks, kemampuan mengidentifikasi dan memverifikasi informasi, serta kesadaran terhadap etika bermedia sosial pasca intervensi edukasi. Siswa menunjukkan peningkatan berpikir kritis, beralih dari penerima pasif menjadi pengguna media yang aktif dan kritis, serta memperlihatkan perubahan perilaku yang mencerminkan prinsip ketahanan digital. Temuan ini mengisyaratkan bahwa edukasi literasi digital yang terstruktur berperan strategis dalam membekali siswa dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk menavigasi lanskap informasi digital secara bertanggung jawab.
Copyrights © 2026