Tingginya intensitas proses produksi di sektor manufaktur sering kali disertai potensi bahaya kerja yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi susu, di mana aktivitas operasionalnya melibatkan penggunaan mesin, bahan kimia, dan pekerjaan berulang yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan sejumlah potensi bahaya di area produksi seperti lantai licin, risiko terjepit mesin, paparan kebisingan, serta kemungkinan pekerja terbentur benda keras. Data kecelakaan kerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan adanya insiden Lost Time Accident dan First Aid, yang menandakan bahwa sistem pengendalian risiko masih perlu diperkuat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, menyusun rekomendasi pengendalian yang tepat berdasarkan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control dan menyusun usulan perbaikan berkelanjutan sistem kerja Metode ini digunakan untuk menilai bahaya secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah risiko yang termasuk dalam kategori tinggi dan ekstrem yang memerlukan penanganan yang lebih serius. Rekomendasi pengendalian difokuskan pada rekayasa teknis, pengendalian administratif, serta penggunaan alat pelindung diri untuk menurunkan tingkat risiko. Penerapan pengendalian tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas K3 dan mendukung tercapainya zero accident.
Copyrights © 2026