Penggunaan pewarna rambut berbahan sintetis seperti para-phenylenediamine masih mendominasi industri kosmetik, meskipun konsumen mengetahui tingkat risiko iritasi hingga toksisitas jangka panjang yang ditimbulkan. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang lebih aman dan ramah lingkungan, bahan alam mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih aman. Kajian ini bertujuan menelaah berbagai inovasi formulasi pewarna rambut berbasis bahan alam melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 21 artikel ilmiah terbitan 2015–2025. Hasil studi menunjukkan bahwa berbagai bahan alam seperti biji pepaya, umbi bit, dan bunga rosela memiliki kemampuan menghasilkan warna rambut yang beragam dengan kestabilan warna yang baik. Formulasi dalam bentuk gel dan krim menjadi pilihan utama karena kemudahan pemakaian dan kestabilan fisiknya. Selain itu, sebagian besar sediaan menunjukkan hasil positif dari segi pH, viskositas, daya sebar, serta respon pengguna melalui uji hedonik. Temuan ini memperkuat peran bahan alam sebagai dasar dalam pengembangan pewarna rambut yang lebih sehat, sekaligus mendukung arah industri kosmetik menggunakan formulasi bahan alam yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026