cover
Contact Name
Mar'atus Sholikhah
Contact Email
mara2025@marapublisher.com
Phone
+6285881840618
Journal Mail Official
admin@marapublisher.com
Editorial Address
Mara Cendekia Publisher Address : Dukuh Krajan No 12 RT 001 RW 001 Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara
ISSN : 31092365     EISSN : 31090613     DOI : https://doi.org/10.64465/jkfn.v1i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan farmasi Nusantara focuses on publishing high-quality research articles and mini-reviews in various areas of pharmacy. The journal encourages the dissemination of scientific knowledge and promotes advancements in clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical biology/pharmacognosy, pharmacology, drug development/medicinal chemistry, formulation, and related fields. By encompassing a wide range of topics, Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara serves as a valuable platform for researchers, practitioners, and academicians to contribute to the advancement of pharmacy practice and pharmaceutical sciences.
Articles 10 Documents
Modifikasi Kelarutan Obat BCS Kelas II Piroksikam Melalui Sistem Kokristal Menggunakan Koformer Hidrofilik Sholikhah, Mar'atus; Sarmadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.1

Abstract

Kelarutan merupakan salah satu parameter penting untuk mencapai konsentrasi terapetik obat dalam sirkulasi sistemik sehingga dapat menghasilkan respon farmakologis yang diinginkan. Banyak obat yang memiliki kelarutan buruk di dalam air. Obat dengan kelarutan rendah adalah masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan formulasi obat baru. Lebih dari 40% senyawa baru yang dikembangkan di industri farmasi memiliki kelarutan yang buruk dalam air. Piroksikam merupakan salah satu antiinflamasi non steroid yang digunakan untuk terapi penyakit inflamasi sendi seperti arthritis rheumatoid dan osteoarthritis. Piroksikam merupakan obat dengan dosis kecil (10-20 mg/hari) dan termasuk Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dalam air. Tujuan penelitian ini ialah meningkatkan kelarutan piroksikam melalui modifikasi fisikadengan sistem kokristal. Kokristal didesain dengan mengadopsi metode penguapan pelarut pada komposisi equimol (piroksikam dengan nikotinamid pada rasio molar 1:1). Karakterisasi yang dilakukan pada sistem penghantaran obat ini adalah uji titik lebur dan Fourier Transform Infrared(FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwamodifikasi fisika yang telah dilakukan diketahui telah mengubah karakteristik piroksikam meliputi turunnya titik lebur serta bergesernya spektrum serapan gugus kimianya.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Kari (Murraya koenigii L.) Dengan Variasi HPMC Sebagai Gelling Agent Margareta; Marlina, Dewi; Astuti, Ratnaningsih Dwi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.4

Abstract

Masker Gel peel-off merupakan sediaan kosmetika yang praktis dan dapat diaplikasikan secara langsung dengan meratakannya pada kulit wajah. HPMC sebagai gelling agent dapat mempercepat waktu mengering dan stabil terhadap pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi HPMC yang optimal untuk menghasilkan sediaan masker gel peel-off yang stabil dan memenuhi syarat. Masker gel peel-off dibuat menggunakan zat aktif daun kari (Murraya koenigii L.) dengan kandungan senyawa polifenol sebagai antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana daun kari sebagai zat aktif diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off dengan memvariasikan konsentrasi HPMC. Konsentrasi zat aktif yang digunakan dalam setiap formula adalah 12,3% serta konsentrasi HPMC yang digunakan adalah 1,5%, pada formula I, 2,5% pada formula II dan 3,5% pada formula III. Kemudian dilakukan evaluasi sediaan pada suhu kamar dan uji dipercepat (Cycling Test) meliputi pH, daya sebar, waktu mengering, homogenitas, syneresis/swelling, warna dan bau serta iritasi kulit. Berdasarkan hasil yang didapat, pH sediaan pada kedua uji penyimpanan mengalami kenaikan. Ditinjau dari uji waktu mengering, homogenitas, synersis/swelling, warna, bau dan iritasi kulitket iga formula memenuhi selama penyimpanan suhu kamar dan uji dipercepat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disumpulkan bahwa ekstrak daun kari dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula yang paling optimal dengan konsentrasi HPMC sebesar 3,5%.  
Cemaran Mikroba Pada Tester Lipcream Di Toko Kosmetik Dengan Metode ALT (Angka Lempeng Total) Septiana, Khofifah Indah; Marlina, Dewi; Maryanti, Lilis
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.5

Abstract

Lipcream merupakan jenis kosmetik yang paling banyak digunakan dikalangan masyarakat, seringkali masyarakat menggunakanwtester terlebih dahulu untuk menentukan produk yang akan ia beli. Komposisi yang terdapat pada lipcreamwdapat menjadi media nutrisi yangwideal untuk pertumbuhan mikroorganisme sedangkan jumlah kontaminasi mikroba tidak boleh melewati nilai batas untuk mengetahuiqapakah sifat dan karakteristik lipcream tester masih dapat diterima, perlu dilakukan ujiwcemaran mikroba yang terdapat pada kosmetik lipcream tester dengan metode ALT (Angka Lempeng Total).  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya produk lipcream tester yang disediakan di toko kosmetik dengan parameter syarat bakteriologis yang telah ditentukan oleh BPOM. Metode yang digunakan pada jenis penelitian ini adalah non-eksperimental deskriptif. Sampel yang digunakan ialah 6 sampel lipcream tester selama 3 bulan dengan merek dan toko kosmetik yang berbeda dan data yang diperoleh berupa Angka Lempeng Total. Tahapan penelitian yangqdilakukan meliputi penentuan danqpemilihan tempat pengambilan sampel, pengambilan sampel lipcream tester dan pengujian ALT pada tester. Hasil penelitian menunjukkan nilai Angka Lempeng Total yang terkecil yaitu 0 koloni/ml sampai yang terbesar 23×10 5 koloni/ml. Semua sampel yang diteliti tidak memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian semua sampel yang diteliti tidak memenuhirpersyaratan yang telah ditentukan BPOM Nomor 12 Tahun 2019.
Formulasi Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) Dalam Berbagai Sediaan Farmasi: Systematic Literature Review Putri, Cindy Claudia; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.8

Abstract

Kunyit merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan kurkuminoid yang memiliki aktivitas farmakologis, seperti antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. Namun, rendahnya kelarutan dan bioavailabilitas kurkumin menjadi tantangan dalam pengembangan produk farmasi berbasis kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum berbagai pendekatan formulasi yang telah dilakukan terhadap kunyit dalam bentuk sediaan padat, semisolid, dan cair serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai dasar pengembangan sediaan farmasi berbahan alam yang lebih inovatif dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan antara 2015-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk sediaan farmasi telah berhasil dikembangkan antara lain nanomouthwash, sabun, granul effervescent, tablet, salep, dan krim yang ditujukan untuk aktivitas terapeutik seperti antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Kemampuan kunyit untuk diaplikasikan dalam berbagai bentuk sediaan farmasi tersebut menunjukkan prospek yang menjanjikan sebagai agen fitofarmaka dalam perkembangan ilmu dan teknologi farmasi kontemporer.
Aktivitas Rimpang Lengkuas Dalam Sediaan Farmasi: Systematic Literature Review Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.9

Abstract

Rimpang lengkuas merupakan tanaman obat yang kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, 1’-asetoksikavikol asetat, galangin, dan minyak atsiri yang memiliki beragam aktivitas farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merangkum berbagai aktivitas terapi rimpang lengkuas serta pemanfaatannya dalam berbagai bentuk sediaan farmasi. Berdasarkan telaah pustaka dari sejumlah studi in vitro dan formulasi farmasetikal, diketahui bahwa rimpang lengkuas memiliki potensi sebagai agen antibakteri, antijamur hingga antioksidan. Aktivitas terapeutik ini telah dimanfaatkan dalam berbagai bentuk sediaan terutama sediaan likuid dan semisolid seperti tonik, krim, gel, balsam, dan kondisioner karena kemudahan aplikasinya serta kestabilan senyawa aktifnya. Dengan efektivitas biologis yang luas dan karakteristik alami yang relatif aman, rimpang lengkuas menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif dalam pengembangan sediaan farmasi berbasis alam.
Pemanfaatan Biji Kopi (Coffea Sp) Sebagai Agen Bioaktif Dalam Sediaan Kosmetik Berbasis Alami Chalisa, Nadya; Selviyani, Ratih; Azzahra, Sagita; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.32

Abstract

Kopi merupakan salah satu tanaman dengan kandungan senyawa bioaktif tinggi yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam dunia kosmetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan biji kopi (Coffea sp.) sebagai agen bioaktif dalam berbagai produk kosmetik. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel ilmiah terbitan satu dekade terakhir yang membahas kandungan bioaktif biji kopi dan penggunaannya dalam produk kosmetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa biji kopi mengandung zat aktif seperti kafein, asam klorogenat, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta mendukung kelembapan dan regenerasi kulit. Ekstrak biji kopi telah digunakan dalam berbagai bentuk kosmetik, seperti krim, masker, lipbalm, serum, dan sabun. Temuan ini mendukung pemanfaatan bahan alami dalam kosmetik modern yang lebih aman dan berkelanjutan. Meski demikian, hasil studi literatur ini masih memerlukan penelitian lanjutan secara eksperimental untuk mengonfirmasi efektivitas, keamanan, dan kestabilan formulasi, serta mengevaluasi potensinya.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Di Kota Palembang Teria, Nasywa Putri; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.50

Abstract

Hipertensi menjadi pemicu terjadinya penyakit kardiovaskular. Kepatuhan penggunaan obat menjadi parameter dalam keberhasilan terapi untuk mengontrol tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan minum obat seseorang. Menggunakan rancangan cross sectional dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian dilakukan di kota Palembang dengan responden sebanyak 105 orang yang telah disesuaikan melalui kriteria. Hasil analisis menunjukkan hubungan kepatuhan dengan faktor-faktor (p<0,05) efikasi diri (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,008) dan jumlah obat yang didapatkan (p=0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa efikasi diri, dukungan keluarga dan jumlah obat yang didapatkan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi serta meningkatkan efikasi diri penderita memiliki peluang lebih dalam meningkatkan kepatuhan. Sehingga para penderita, keluarga maupun tenaga farmasi berusaha bersama untuk menigkatkan kepatuhan sesuai perannya.
Pengembangan Sediaan Patch Berbasis Herbal Sasmita; Fania, Urba; Sholehah, Siti; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.52

Abstract

Patch transdermal adalah salah satu jenis formulasi yang umumnya memiliki aksi lokal dengan penggunaan topikal. Sistem penghantaran obat secara transdermal memiliki berbagai keuntungan, termasuk memberikan pelepasan obat yang stabil, mudah dalam penggunaannya, mengurangi frekuensi pemberian obat, menghindari proses metabolisme lintas pertama serta mengurangi efek samping seperti iritasi lambung. Pengembangan patch transdermal berbahan herbal yang mengkombinasikan berbagai bahan menawarkan metode inovatif untuk menyediakan agen terapeutik dalam penanganan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merangkum temuan terkait formulasi patch transdermal berbahan alam, meliputi komponen aktif, efektivitas, serta karakterisasi formulasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dengan menerapkan empat kriteria inklusi. Analisis terhadap tujuh artikel ilmiah menunjukkan bahwa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid berpotensi memberikan aktivitas antipiretik, antiinflamasi, antioksidan, antihiperlipidemia, serta mempercepat penyembuhan luka. Formulasi patch umumnya menggunakan teknik pelarutan cetak dengan polimer hidroksipropil metilselulosa (HPMC) dan etil selulosa sebagai bahan utama, yang terbukti efektif dalam mengendalikan pelepasan obat. Secara keseluruhan, formulasi yang ditinjau menghasilkan patch dengan karakteristik fisik dan performa yang baik.
Korelasi Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Grastritis Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang Faradiba, Zakia; Sholikhah, Mar'atus; Tedi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.53

Abstract

Gastritis ialah suatu peradangan yang terjadi di lapisan lambung yang menyebabkan nyeri pada ulu hati, mual, dan kembung. Gastritis merupakan masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi tinggi di Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di masyarakat yang berkunjung ke apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional dan cross sectional. Survei dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 pada delapan apotek terpilih dengan total responden sebanyak 80 orang. Instrumen penelitian yang dipakai berupa kuesioner sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan analisis cross tab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig pearson’s chi square sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa Ho < 0,10 berarti Ho di tolak yang artinya ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang.
Analisis Biaya Langsung Medis Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H. A Thalib Kota Sungai Penuh Rahayu, Stepania Dwimulia; Yuliawati; Maimum; Kasmadi, Fathnur Sani
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.54

Abstract

Kencing manis atau diabetes melitus, khususnya tipe II, merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan menimbulkan beban ekonomi besar bagi individu, keluarga, maupun negara. Biaya kesehatan global akibat penyakit ini diperkirakan mencapai USD 760 miliar per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dilakukan analisis biaya medis langsung untuk memahami dampak finansial dari diabetes melitus tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya utama yang dikeluarkan oleh penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H. A. Thalib Kota Sungai Penuh pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tertinggi terdapat pada layanan laboratorium sebesar Rp18.013.000, sedangkan biaya terendah terdapat pada obat-obatan sebesar Rp6.147.000. Biaya langsung rata-rata yang dikeluarkan setiap pasien mencapai Rp961.267. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemeriksaan laboratorium menjadi komponen biaya paling dominan dalam struktur pembiayaan diabetes melitus tipe II. Temuan ini penting sebagai dasar pertimbangan bagi rumah sakit dan pembuat kebijakan dalam merencanakan strategi efisiensi biaya serta meningkatkan efektivitas pengelolaan pelayanan pasien diabetes melitus tipe II..

Page 1 of 1 | Total Record : 10