Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan inklusif dalam membantu anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Dasar, khususnya dalam pengenalan warna dan gambar. Dalam konteks pendidikan inklusif, anak ABK membutuhkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan gaya belajar mereka, sehingga keterlibatan visual seperti warna dan gambar menjadi media penting dalam menstimulasi pemahaman bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa di kelas inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan fokus, partisipasi aktif, serta kemampuan komunikasi dasar anak ABK. Selain itu, kolaborasi antara guru kelas, guru pendamping, dan orang tua juga memainkan peranan penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran inklusif ini. Dengan demikian, penggunaan warna dan gambar bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang adaptif dan efektif bagi anak ABK di lingkungan sekolah dasar
Copyrights © 2025