Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di SMKN 1 Hanau Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode quasi experiment. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 42 mahasiswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi aktivitas mahasiswa, serta dokumentasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan media digital memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan peningkatan gain score sebesar 0,71 pada kategori tinggi. Selain itu, aktivitas mahasiswa selama pembelajaran menunjukkan peningkatan partisipasi, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa integrasi model pembelajaran berbasis proyek dengan pemanfaatan media digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual pada pendidikan tinggi. Oleh karena itu, model PjBL berbantuan media digital direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif dalam pengembangan kompetensi abad ke-21 di lingkungan Magister Teknologi Pendidikan.
Copyrights © 2026