Manajemen inventaris alat dan bahan laboratorium IPA di tingkat SMP umumnya masih dilakukan secara manual, sehingga rentan terhadap kehilangan data, rendahnya akurasi, dan lambatnya proses pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aktual manajemen inventaris laboratorium IPA serta mengeksplorasi potensi penerapan sistem digital berbasis Microsoft Access sebagai solusi optimalisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 di SMP Negeri 1 Bathin Solapan, dengan subjek penelitian meliputi kepala laboratorium, tiga orang guru IPA, dan 30 siswa kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner tertutup, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pencatatan yang berjalan masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi, sehingga menghambat efisiensi operasional laboratorium. Penerapan aplikasi Microsoft Access diperkirakan mampu mempersingkat durasi penyusunan laporan dari 60 menit menjadi sekitar 1 menit, serta berpotensi meningkatkan kecepatan akses data secara signifikan dibandingkan metode manual. Fitur-fitur seperti pencatatan otomatis, monitoring stok, riwayat penggunaan, dan laporan otomatis dapat mendukung pengelolaan inventaris yang lebih akurat, transparan, dan efisien. Keberhasilan implementasi sistem ini memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, pelatihan tenaga pengelola, serta kebijakan sekolah yang kondusif. Dengan demikian, optimalisasi inventaris berbasis digital merupakan langkah strategis yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran sains secara keseluruhan.
Copyrights © 2026