Penelitian ini didasarkan pada kemampuan siswa yang rendah dalam menyelesaikan masalah pada pembelajaran IPAS terkait sumber daya alam di tingkat sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perbedaan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sebelum dan setelah penerapan model Problem Based Learning yang didukung oleh Educaplay dan untuk menilai dampaknya terhadap pemecahan masalah siswa. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental yang berupa One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 siswa kelas V di SD Negeri 9 Jambu yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji N-Gain dengan bantuan aplikasi Jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa naik dari 52,6 menjadi 86,3. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value (signifikansi) <,001 yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan. Hasil dari N-Gain sebesar 0,734 termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 73,43% yang dianggap cukup efektif. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan Educaplay berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada pembelajaran IPAS mengenai sumber daya alam.
Copyrights © 2026