Masa remaja merupakan periode transisi penting yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis pubertas, serta meningkatnya risiko masalah kesehatan seperti anemia, khususnya pada remaja putri. Berdasarkan data World Health Organization dan survei awal di SMP Negeri 13 Bandar Lampung, masih ditemukan rendahnya pengetahuan remaja mengenai pubertas dan pencegahan anemia. Permasalahan utama yang diangkat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kurangnya pemahaman siswa tentang perubahan pubertas, penyebab dan dampak anemia, serta pentingnya pemenuhan zat besi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan desain pre-test dan post-test, penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, serta pembagian Tablet Tambah Darah (TTD). Evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan satu minggu setelah penyuluhan, kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa SMP Negeri 13 Bandar Lampung sebagai sasaran program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 63,37 pada pre-test menjadi 96,50 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya konsumsi zat besi dan kepatuhan dalam mengonsumsi TTD sebagai upaya pencegahan anemia. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pubertas dan pencegahan anemia. Program ini diharapkan dapat mendukung pembentukan perilaku hidup sehat dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026