Gusti Ayu Rai Saputri
Prodi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN LOSIO PERBANDINGAN SETIL ALKOHOL DAN KARAGENAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria acuminata) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Dewa Ayu Ketut Devi; Gusti Ayu Rai Saputri; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i2.8728

Abstract

Antioksidan merupakan salah satu senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Salah satu tanaman sebagai sumber antioksidan alami yaitu Bunga Kamboja Putih (Plumeria acuminata). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi sediaan losio perbandingan setil alkohol dan karagenan ekstrak bunga kamboja putih sebagai antioksidan dapat memenuhi karakteristik dan stabilitas sediaan losio yang baik dengan metode cycling test (disimpan pada suhu 40℃ dan 4℃ selama 6 siklus). Parameter yang diamati yaitu organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan viskositas. Ekstraksi bunga kamboja putih menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% selama 4 hari dan diperoleh rendemen sebesar 10,6%. Analisis fitokimia ekstrak bunga kamboja putih meliputi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Ekstrak bunga kamboja putih memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 38,50 ppm sedangkan formula VII dengan setil alkohol sebesar 59,19 ppm dan formula VIII dengan karagenan sebesar 44,8 ppm.  Uji stabilitas pada formula I – VIII menghasilkan pengujian yang stabil pada parameter organoleptis, homogenitas dan pH pada hari ke-1 sampai 12. Sedangkan terjadi ketidakstabilan pada parameter daya sebar untuk formula I, II, III dan VII pada hari ke-11 dan 12 dengan penambahan setil alkohol. Uji viskositas menggunakan viskometer rheosys memperoleh hasil sebesar 3,51 Pa.s pada formula VIII dengan penambahan karagenan dan terjadi ketidakstabilan pada formula VII sebesar 0,69 Pa.s dengan penambahan setil alkohol.Kata kunci : Antioksidan, Bunga Kamboja Putih, Stabilitas, Losio, DPPH.
PENYULUHAN KENALI GEJALA DAN CARA PENANGANAN DISENTRI PADA SEKOLAH DI SMA NEGERI 17 BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Satria Wijaya; Lintang Imtitsal Nabila; Rama Dalita; Risha Wulandari
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.8911

Abstract

Disentri merupakan suatu infeksi yang menimbulkan luka dan menyebabkan tukak yang terbatas di colon yang ditandai dengan gejala paling khas yang disebut sebagai sindroma disentri, yakni sakit di perut yang sering disertai dengan tenesmus, berak, dan tinja mengandung darah dan lendir yang berasal dari bakteri Shigella dysentriae. Adanya darah dan lekosit dalam tinja merupakan suatu bukti bahwa kuman penyebab disentri tersebut menembus dinding kolon dan bersarang di bawahnya sehingga terjadilah diare. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi kelas sepuluh (X) di SMAN 17 Bandar Lampung yang berjumlah 109. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner di sekolah. Data dianalisis  dengan menggunakan nilai mean dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil observasi sebelum penyuluhan menunjukan bahwa dari responden yaitu sebanyak (32%) siswa/siswi sudah mengenali gejala dan cara penanganan disentri, dan responden sebanyak (68%) siswa/siswi masih belum mengetahui cara mengenali gejala dan cara penanganan disentri. Pengetahuan Disentri pada siswa/siswi ini harus lebih ditingkatkan lagi dengan cara pemberdayaan UKS bekerjasama dengan perawat yang ada di puskesmas terdekat dengan melakukan penyuluhan tentang bahayanya disentri.Kata Kunci : Disentri, Gejala dan Penanganan, Penyuluhan disekolah
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PUBERTAS DAN PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT DI SMP NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Leni Gustiya; Rini Larasati; Salwa Tarisa Irga Syarif; Tina Agustin; Uchi Novensia Karrin; Zaskia Artika Putri Rahayu
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v9i1.24626

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi penting yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis pubertas, serta meningkatnya risiko masalah kesehatan seperti anemia, khususnya pada remaja putri. Berdasarkan data World Health Organization dan survei awal di SMP Negeri 13 Bandar Lampung, masih ditemukan rendahnya pengetahuan remaja mengenai pubertas dan pencegahan anemia. Permasalahan utama yang diangkat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kurangnya pemahaman siswa tentang perubahan pubertas, penyebab dan dampak anemia, serta pentingnya pemenuhan zat besi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan desain pre-test dan post-test, penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, serta pembagian Tablet Tambah Darah (TTD). Evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan satu minggu setelah penyuluhan, kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa SMP Negeri 13 Bandar Lampung sebagai sasaran program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 63,37 pada pre-test menjadi 96,50 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya konsumsi zat besi dan kepatuhan dalam mengonsumsi TTD sebagai upaya pencegahan anemia. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pubertas dan pencegahan anemia. Program ini diharapkan dapat mendukung pembentukan perilaku hidup sehat dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan remaja di lingkungan sekolah.