Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) serta pencegahan resistensi antibiotik melalui penyuluhan interaktif berbasis media powerpoint dan leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya praktik swamedikasi antibiotik yang tidak rasional di kalangan masyarakat pedesaan, yang menjadi faktor utama meningkatnya risiko resistensi antibiotik secara global. Metode pelaksanaan pengabdian terdiri dari tiga tahap: tahap persiapan yang meliputi koordinasi dengan perangkat desa dan kader kesehatan setempat; tahap pelaksanaan yang diawali dengan senam bersama untuk membangun kebersamaan dan semangat peserta, dilanjutkan dengan pemberian pretest untuk mengukur pengetahuan awal, penyuluhan interaktif menggunakan media power point dan leaflet, serta posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan; serta tahap evaluasi. Sebanyak 47 orang warga yang mayoritas ibu rumah tangga berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan (p=0,000), di mana sebelum penyuluhan mayoritas peserta (83,0%) berada pada kategori pengetahuan rendah, namun setelah intervensi berubah drastis menjadi dominan pengetahuan tinggi (87,2%). Nilai rerata pengetahuan meningkat dari 6,79 ± 1,79 menjadi 11,77 ± 2,44, dengan peningkatan sebesar 4,98 poin. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil membuktikan bahwa edukasi DAGUSIBU yang dilakukan secara terstruktur, partisipatif, dan komunikatif mampu memberdayakan masyarakat desa untuk menggunakan antibiotik secara bijak dan rasional, sehingga berperan strategis dalam menekan laju resistensi bakteri di tingkat komunitas
Copyrights © 2025