Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan standar baru pengukuran kemiskinan dalam perspektif ekonomi pembangunan Islam dengan mengintegrasikan dimensi material dan spiritual secara holistik. Selama ini, pengukuran kemiskinan konvensional cenderung bersifat reduksionis karena hanya bertumpu pada indikator moneter (money-metric), sehingga sering kali mengabaikan realitas ketenangan jiwa dan makna hidup yang menjadi esensi kesejahteraan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Subjek utama penelitian adalah khazanah pemikiran ekonomi Islam, dengan menjadikan buku Ekonomi Pembangunan Islam karya A. Jajang W. Mahri dkk. sebagai rujukan primer, serta didukung oleh literatur relevan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2026). Instrumen penelitian yang digunakan adalah model CIBEST, yang memetakan kondisi kesejahteraan rumah tangga melalui empat kuadran: sejahtera, miskin material, miskin spiritual, dan miskin absolut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan bukan sekadar masalah ketidakcukupan harta, melainkan ketidakseimbangan antara pemenuhan kebutuhan fisik (had al-kifayah) dan nilai-nilai spiritual (maqashid syariah). Temuan ini menegaskan pentingnya reorientasi kebijakan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mencakup pendampingan mental agar mustahik dapat berpindah menuju orientasi falah. Model pengukuran ganda yang diusulkan dalam penelitian ini menjadi solusi strategis bagi pemerintah dan lembaga zakat untuk menciptakan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran (right on target), guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, bermartabat, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026