Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap Financial Sustainability Ratio (FSR) pada Bank Umum Syariah di Indonesia yang telah melakukan Initial Public Offering (IPO) periode 2020–2024. Kinerja keuangan diproksikan oleh Non-Performing Financing (NPF), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Financing to Deposit Ratio (FDR), rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Capital Adequacy Ratio (CAR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan keuangan triwulanan yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan laporan resmi masing-masing bank. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel empat Bank Umum Syariah yang telah IPO, sehingga diperoleh 80 observasi. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROA, ROE, FDR, BOPO, dan CAR berpengaruh signifikan terhadap FSR, sedangkan NPF tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap FSR. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja keuangan internal bank berperan penting dalam menjaga keberlanjutan keuangan bank syariah.
Copyrights © 2026