Background: High blood pressure, or hypertension, is a non-communicable disease with a significant prevalence among the elderly. This condition is also a significant trigger for various cardiovascular health disorders. Purpose: To identify patterns of antihypertensive medication use among elderly patients. Method: This study used a non-experimental descriptive approach through a retrospective cross-sectional design, utilizing information sourced from patient medical records. The sample size for this study was determined using a purposive sampling method, with 100 elderly hypertensive patients. Results: The analyzed data, including field findings, confirmed that the majority of respondents were female (58%) and aged 60–74 years (77%). Stage 2 hypertension was the most common category (41%). Antihypertensive medications with stage 2 hypertension were the most common category (41%). The most commonly used antihypertensive medication was amlodipine 10 mg from the Calcium Channel Blocker (CCB) class, at 54%. Combination therapy with two drugs was used more frequently (55%) than monotherapy. This study involved 100 elderly hypertensive patients. Conclusion: The majority of hypertension treatment options in the elderly involve amlodipine and a combination regimen of two drugs. Keywords: Amlodipine; Drug Use Pattern; Elderly; Hypertension. Pendahuluan: Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi tergolong sebagai salah satu jenis penyakit tidak menular yang memiliki tingkat persebaran kasus yang signifikan di kalangan lansia. Kondisi ini juga menjadi pemicu signifikan bagi munculnya berbagai gangguan kesehatan pada sistem kardiovaskular. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pola penggunaan obat antihipertensi di kalangan pasien lanjut usia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif non-eksperimental melalui skema cross-sectional yang bersifat retrospektif dengan memanfaatkan informasi yang bersumber dari catatan rekam medis pasien. Penentuan sampel dalam studi ini dilakukan melalui metode purposive sampling dengan jumlah 100 pasien hipertensi lansia. Hasil: Data yang dianalisis meliputi temuan di lapangan mengonfirmasi bahwa responden terbanyak adalah perempuan dengan proporsi (58%) dan berusia 60–74 tahun (77%). Hipertensi derajat 2 merupakan kategori terbanyak (41%). Obat antihipertensi dengan hipertensi derajat 2 merupakan kategori terbanyak (41%). Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg dari golongan Calcium Channel Blocker (CCB) sebanyak 54%. Terapi kombinasi dua obat lebih sering digunakan (55%) dibandingkan dengan terapi tunggal. Penelitian ini melibatkan 100 pasien lansia hipertensi. Simpulan: Mayoritas manajemen pengobatan hipertensi pada lansia menggunakan amlodipin serta penerapan skema kombinasi dua jenis obat. Kata Kunci: Amlodipin; Hipertensi; Lansia; Pola Penggunaan Obat.
Copyrights © 2026